Selasa, 28 April 2009

Yang kita Mau belum tentu Apa yang terjadi



Sangatlah sulit mengharap sesuatu mesti sama dengan apa yang kita pikirkan. kita ingin ini tapi yang terjadi malah itu.
Karena Allah memilih cara yang berbanding lurus dengan ketaatan kita untuk memperlakukan kita hambanya. Allah ber firman taalah pada Allah, rosul, dan ulil amri. Sehingga kita dapat pahami seberapa kita patuh berhubungan dengan sesuatu yang kta dapat. kita kadang patuh kadang tidak ya Allahpun demikian kadang memilihkan sesuatu yang pas dan kadang jauh dari yang kita inginkan.

Hukuman Allah bagi mereka yang mempunyai la ilaha illa Allah adalah untuk membersihkan kita agar kamat nanti tak lagi ada urusan. Apa yang mu'min inginkan kadang ditunda bahkan distop karena Allah tahu itu bikin urusan atau ngrecoki nantinya di hari kiamat.

Bagaimanapun Allah adil. Semua yang berlaku adalah karena Allah menghendaki, karena irodah Allah.Orang bahagia karena dapat kerja, itu irodah Allah, lalu orang itu dipecat, itu juga irodah Allah.Tugas kita apa, ya tinggal nuruti aja.



Ajal al-karamaat dawaam at-tawfeeq. Sebaik baik karomah adalah berkelanjutannya usaha kita (tawfiq)(taufiq : ketaatan)betapapun besar rintangan di depan kita.





tajree ar-riyaahu bima la tashtahee as-sufunu
angin mengalir begitu saja tanpa kompromi dengan kemana kapal mau melaju, kapallah yang harus mengikuti gerak angin. angin itulah angin irodah.

ISLAM ITU HANYA TIGA, SHOLAT, PUASA DAN ZAKAT, CUMA ITU KARENA SYAHADAT SUDAH ADA PADA ALLAH, DAN HAJI JIKA MAMPU. MAKA KITA HANYA PERLU TIGA ITU.


JIKA ANDA MENGINGINKAN BERSAMA ROSUL MAKA ROSUL ITU BERIBADAH SAMPAI KAKI BELIAU BENGKAK LEBIH DARI SEKEDAR YANG PERINTAHKAN.
BAGAIMANA DENGAN KITA? KITA BERLUMUR DOSA TAPI SERINGKALI MENGUNGKIT UNGKIT IBADAH KITA YANG TAK SEBERAPA KETIKA ALLAH SEDIKIT MENGUJI KITA.
Taqabal-Allah

Jumat, 24 April 2009

Naskah Drama Islam (hubaib Annajar)

Narator:
Adalah sebuah negeri nun jauh bernama negeri Antokiyah di bawah seorang penguasa penyembah berhala. Raja dan kaumnya hidup dalam kekafiran sampai akhirnya datanglah dua orang penyeru yang ikhlas sebagai utusan dari Al Masih Isa Alaihissalam. Keadatangan mereka ke negeri itu untuk memberitakan sebuah kebenaran yaitu agama Tauhid yang murni dari Allah.

STAGE 1
(Dua orang masuk panggung, dengan pakaian seorang da’i, berjubah lengkap bertasbih, beberapa lama berjalan mengitari panggung, dan kemudian berhenti di tengah tengah panggung)
Rosul 1 : Alhamdulillah kawan kelihatannya negeri yang kita tuju telah dekat di depan mata kita
Rosul 2 : Indahnya negeri ini, kenikmatan Allah tercurah sempurna seandainya mereka mau mensyukurinya dengan keimanan serta mereka mau mengikuti agama nabi kita.
Rosul 1 : Itulah kawan kita jauh jauh datang kemari. Itu tugas kita kawan. Dengan kebenaran yang kita bawa semoga mereka semua terselamatkan.

(Seorang laki-laki masuk ke panggung, dengan bertongkat, berpakaian penduduk biasa dari arah berlawan. Cara berjalan menunjukkan rapuh, renta dan putus asa. Dia adalah hubaib an najar)

Rosul 1 dan 2 : (bersama sama dengan bahasa arab fasih) Assalamu alaikum!!!
Hubaib : Siapa kalian? Aku tidak mengenali kalian berdua sebagai penduduk negeri ini. Darimana kalian datang?
Rosul 2 : Kami adalah utusan Isa Al Masih Alaihissalam. Kami diutus kemari untuk mengajak kaummu kepada tauhid.
Rosul 1 : Maukah anda kami tunjukkan jalan keselamatan?
Hubaib : Saya tidak sedikitpun paham dengan kalian. Apa? Tauhid? Keselamatan?
Rosul 2 : Tauhid adalah mengesakan Allah. Tidak ada sesembahan apapun kecuali kita tunduk dan berpasrah kepada dzat yang menguasai kita. Dialah Allah Robbul “Aalamiin
Rosul 1 : Keselamatan adalah keselamaan yang abadi, sekarang dan selamanya. Selamat dari murka Allah yang digenggamnanNya Dia menentukan apa saja.
Hubaib : Yakinkan aku bahwa itu benar. Bukti apa yang bisa menguatkan bahwa kalian tidak sedang berbicara indah. Nyatakan kebenaran itu, bahwa kalian adalah murid murid Isa Almasih, bahwa Tuhan yang kau katakan itu ada.
Rosul2: Apakah itu perlu? Tidak cukupkah hatimu yang bicara?
Hubaib: Agar kaumku tahu bahwa kebenaran telah menyapa kita.
Rosul 1: Nabi kami menyembuhkan orang sakit lepra, menyembuhkan baros, beliau menyembuhkan orang buta, bahkan beliau menghidupkan orang mati. Itu semua karena kehendak Allah. Dengan izin Allah kami bisa memintakan hal yang sama.
Hubaib: Aku buta, minta tuhanmu sembuhkan aku!
Rosul 1: Kalau itu membuat kebaikan untuk anda baiklah kami akan berdo’a.
(Keduanya bersimpuh dan berdo’a lalu mengusap mata hubaib)
Hubaib: (Perlahan bisa merasakan penglihatannya) Aku melihat, bagaimana ini terjadi, mu’jizat! Mu’jizat! Aku Melihat!! (berteriak keras sehingga para penduduk berkerumun)
Hubaib : (disaksikan orang orang hubaib merangkul kedua utusan itu dan kemudian berbicara pada kerumunan) Wahai kaumku mereka berdua adalah utusan Isa Almasih yang telah meenyembuhkan mataku. Mereka mengajak kita untuk meninggalkan berhala berhala kita dan hanya menyembah pada Allah Tuhan yang telah menjawab permintaan hambanya.
Penduduk : Itu hanya kebetulan. Jangan hanya percaya pada tipudaya. Kalau mereka benar mereka bisa menyembuhkan lumpuh ayahku.
Rosul 2 : Datangkan ayahmu kemari
Penduduk: Baik buktikan saja (seorang tua di papah naik pangung dan kemudian diletakkan di depan kemudian kaki kakinya diusap dengan membaca bismillah dan dilatih berdiri dan akhirnya berdiri keheranan)
Laki laki lumpuh: terimaksih tuan tuan, bertahun tahun kaki kakiku lumpuh memaksa aku menjadi seperti tawanan. Berkat Tuhan tuan aku sembuh, saksikan tuan bahwa aku ikut dengan agama tuan apa yang mesti aku lakukan?
Rosul 2 : Jangan sekutukan Allah dan berbuat baiklah kepada semua manusia. Jadilah para penolong Allah. Baktikan dirimu dijalan kemaslahatan.
Rosul 1 : Negeri akherat adalah tujuan kita, yaitu kehidupan setelah kita dunia ini. Setelah kematian kita di dunia ini justru itu adalah awal kita memasuki pada alam keabadian yang sebenarnya. Itulah keadaan yang sebenarnya yang mencerminkan siapa kita…..
(ditengah tengah manusia yang sudah tunduk mendengar nasehat dari dua utusan tiba tiba tentara kerajaan datang dan menghardik orang-orang)
Tentara : Ada apa ini? Kalian pasti sedang melakukan makar terhadap raja. Tangkap dua orang asing itu! Jangan coba coba melakukan hal diluar titah raja, ngerti kalian semua!!!!
(beberapa tentara membawa dua orang utusan dan keluar dari panggung, begitu juga para penduduk satu persatu turun dari panggung)

Stage 2
(Rosul 3 atau Syam’un memasuki panggung melakukan monolog. Kostum yang dipakai adalah kostum seorang pengelana, yaitu pakain hitam berikat kepala dan membawa bekal ditangannya.)

Rosul 3 : Pertempuran belum dimulai dua temanku telah tertangkap. Mereka orang ikhlas tapi terlalu dini untuk menunjukkan jati diri. Kenapa mereka terburu buru padahal mereka tahu bahwa al ajalah minas syaaithon terburu buru itu kerjaan syetan. Saya akanmenyusul kalian tapi dengan caraku sendiri ( berjalan menuruni panggung)
Stage 3
(Situasi di istana kerajaan raja duduk di kursi singgasananya sementara para abdi berada di kiri kanan raja duduk di bawah lantai)
Raja : Bagaimana keadaan di luar apakah ada masalah penting yang mengganggu jalannya pemerintahan kita?
Abdi 1 : Kemarin ada dua orang asing yang mencoba menghasut rakyat kita untuk tidak lagi menyembah tuhan tuhan kita yang mulia, Tuan.
Raja : Lantas?
Abdi 2 : Anak buahku telah kuperintahkan saat itu juga untuk menangkap mereka dan menjebloskan ke penjara kerajaan.
Raja : Bagus. Kalian memang pembantu pembantu setiaku. Sudah sepantasnya para pengacau dihukum seberat beratnya.
(Seorang abdi yang lain masuk melapor)
Raja : Ada apa?
Abdi 3 : Ada tamu dari kerajaan lain yang ingin bertemu tuan.
Raja : Persilahkan menghadap!
Abdi 3 : Baik tuan.
( Rosul 3 dan abdi masuk dan duduk di depan raja)
Raja : Perkenalkan dirimu! Darimana dan ada perlu apa kau ke sini?
Syam’un: Ampun tuan, nama hamba sam’un. Hamba adalah hanya seorang pengelana dari negeri jauh. Kaki hamba yang membawa ke sini. Hamba mendengar di negeri ini ada raja yang sangat kuat dan disegani rakyatnya karena ketegasannya. Untuk itu hamba ingin mengabdi pada tuan untuk belajar banyak hal pada Tuan.
Raja : Tidak aneh setiap orang ingin dekat dan menempel pada kekuasaanku. Kenapa aku harus menerimamu. Aku tidak melihat kau berarti untukku.
Syam’un : Ampun Tuan. Di negeri hamba, hamba adalah penasehat kerajaan. Tapi kemudian hamba tidak dibutuhkan lagi karena Raja kami telah berubah haluan. Raja kami telah terhasut oleh para pengikut Isa sehingga nasehat saya tidak dianggap lagi. Bahkan nyawa hamba terancam sehingga hamba menurutkan langkah mencari selamat. Akhirnya beruntung saya bisa ada di sini di depan tuan.
Abdi 1 : Kebetulan tuan, dua orang pengacau kemarin juga mengaku sebagai utusan Isa. Kalau begitu kita butuh orang ini untuk menangkal pengaruh mereka di negeri kita. Karena saya melihat mereka sempat menanamkan pengaruh di hati rakyat kita. Saya takut ini menjadi kekuatan besar.
Abdi 2 : Saya melihat mereka sempat menanamkan pengaruh di hati rakyat kita. Saya takut ini menjadi kekuatan besar yang tak terbendung apabila kita terlambat menanganinya.
Raja : Baik, tidak ada salahnya aku menerimamu. Karena kita punya musuh yang sama. Apa yang mesti kita lakukan?
Syam’un: Segera seret mereka ke Alun Alun untuk kita sidang. Kita patahkan keyakinan mereka di depan Rakyat. Aku akan ada di belakang Tuan. Kita suruh mereka buktikan ucapan mereka dan kita siksa mereka biar rakyat belajar untuk tidak berani pada Tuan.
Raja : Saya setuju. Segera besok akan saya gelar sidang besar besaran di tengah rakyat. Bantu aku untuk melemahkan ideologinya. Sebaiknya kita siapkan segala hal untuk besok. Kamu ! kamu! Kamu! Bergegaslah untuk menyiapkan persidangan.
Syam’un: Saya mohon diperkenankan untuk bertemu mata pada dua tahanan itu tuan. Kalau diijinkan saya ingin mengorek keterangan sebagai bekal sidang besok.
Raja : Silahkan, pengawal akan mengantarmu kesana. Sementara saya akan beristirahat dulu.
(Raja diikuti semua yang ada keluar menuruni panggung)

Stage 4

(Dua orang sedang bermunajat lirih di dalam penjara. Kedua tangan mereka terikat sesekali berdo’a sesekali sujud sebisanya, dan datanglah syam’un dengan pengawal)

Syam’un: Pengawal tolong tinggalkan aku bersama mereka
Pengawal: Baik tuan!
Syma’un : (mendekati ke dua tawanan) Saudaraku!
Rosul 1 : Kau rupanya syam’un?
Syam’un : Bersabarlah saudaraku, besok kalian akan disidangkan? Ada dua kemungkinan kalian akan bebas dan memenangkan perjuangan kalian, atau kalian akan tetap sebagai tawanan dan entah sampai kapan. Tetaplah kuat dalam keyakinan kalian.
Rosul 2 : Kau bagaimana?
Syma’un: Berpura puralah tak mengenalku, karena aku ada di belakang raja. Aku akan membantu kalian dari tempat yang berbeda. Bagaimana kalian di sini?
Rosul1 : Usahakan air untuk kami, agar kami bisa sedikit minum dan bersuci.
Syaam’un: Tenanglah!sebentar! ( memanggil pengawal) Pengawal …!
Pengawal: Ya tuan apa yang bisa kami kerjakan?
Syam’un: Bawa mereka ke sumur! Guyur mereka biar otak mereka sadar! Kalau masih keras kepala sekap lagi mereka di sini!
Pengawal: Baaik Tuan!
( pengaawal membawa dua utusan keluar panggung, dan syam’un juga ikut keluar panggung)

Stage 5

(Raja, syam’un, sera para pengawal memasuki persidangan /panggung.

Raja : Apa kamu yakin kita bias membungkam mulut mereka dengan kepandaianmu berbicara.
Syam’un: Apalah artinya saya tuan, dibanding kepiawaian tuan. Dengan kekuasaan tuan itu perkara kecil. Saya yakin mereka akan jera bermain main dengan tuan.
Raja : Baik kita sidang mereka sekarang saja. Prajurit! Bawa dua tawanan itu kemari.
(Dua prajurit membawa tawanan naik panggung di bawa ke depan Raja dan pengikutnya)
Raja : Hai kalian orang orang bodoh, Katakan apa maumu?
Rosul 2 : Maaf tuan, kami tidak punya kemauan apa apa secara pribadi, kami hanya penyampai pesan dari nabi kami untuk menyadarkan kalian dan manusia yang lain.
Rosul 1 : Nabiyulloh Isa Al masih menyuruh tuan untuk berhenti menyembah berhala dan kembali kepada Allah.
Syam’un: Kalian mengaku para pengikut Isa. Apa buktinya?
Rosul 2 : bukti apa yang tuan tuan minta.
Raja : Bukti bahwa kalian adalah murid Isa yang mengaku nabi itu, dan buktikan bahwa kenabiannya itu bukan omong kosong, atau kalian mati saja dari pada saya melihat orang orang tolol seperti kalian!
Rosul 1 : Mintalah pada Allah, Dia adalah dzat yang tidak ada kemustahilan untuk mendatangkan perkara apa saja.
Raja : Siapa yang menciptakan Mati?
Rosul 1 : Allah
Raja : Bodoh! Aku yang menciptakan mati karena kau saat ini bisa mati kalau aku mau!!!
Rosul2 : Kalau begitu bisakah tuan menghidupkan kami kalau nanti tuan telah membunuh kami. Karena tuhan kami adalah dzat yang mematikan sekaligus dzat yang menghidupkan.
Raja : Baik aku mengaku tak mampu untuk hal itu, tapi…apakah bisa tuhanmu menghidupkan bangkai yang sudah mati. Apakah itu juga mungkin. Pikir! Itu mustahil…, sudah sudah jangan buang buang waktu lagi, kalian minta maaf pada saya, lalu saya maafkan kalian, lalu kalian pergi, saya jamin keselamatan kalian.
Rosul 1 : Kalau Allah menghendaki tak ada yang tak mungkin tuan.
Raja : Hey…. Rupanya kalian masih ngotot kalau bangkai bisa hidup kembali. Kalau begitu buktikan! (menyuruh kepada pengawaalnya) Bawa jasad orang mati ke sini biar mereka buktikan bualan mereka. Kita nanti akan tahu betapa bodohnya mereka.
(Pengawal membawa sosok mayat ke tengah tengah sidang, sekeika semua yang hadir menutup hidung karena mayat itu sudah berbau)

Pengawal: Ini sosok mayat yang tuan inginkan, mayat ini telah meninggal tujuh hari yang lalu.
Raja : Silahkan orang orang bodoh, mintalah pada tuhan kalian untuk menghidupkan jasad ini!
Rosul2 : Dengan izin Allah kami akan berusaha.( dua utusan melakukan ritual do’a)
Raja : Heii semuanya lihatlah dua orang bodoh ini mau mengeluarkan kekuatannya ha ha… lucunya mereka… ha ha … (mengomentari apa apa yang dilakukan dua orang itu, seluruh orang yang hadir tertawa kecuali syam’un yang diam diam mencemaskan dua temannya.)
Orang2 : hei …mana bisa mayat sudah mai hidup kembali sadar sadar…
(tiba tiba mayat itu sedikit demi sedikit bergerak dan seketika menghentikan tertawa orang orang yang hadir sehingga raja mulai panik)

Raja : Syam’un.. bagaimana ini mayat itu mulai bergerak. Ternyata mereka punya kekuatan yang tidak sembarangan.
Syam’un: Tenang tuan.. sebaiknya kita minta pada tuhan kita, berhala yang ada di kuil itu, tentu mereka akan menolong kita menghadapi kekuatan mereka.
Raja : Syam’un… (marah tapi dengan nada yang ditahan) sebagaimana saya kamupun tahu bahwa berhala berhala itu adalah batu belaka yang kita ukir, kita pahat, dan kita minyaki setiap hari. Mana bisa batu memberi pertolongan?
(tiba tiba si mayat duduk dan berbicara)
Mayat : Wahai manusia semuanya ketahuilah selama tujuh hari saya telah merasakan pengalaman yang mengenaskan. Saya telah mati. Saya orang kafir seperti kalian, penyembah berhala yang bisu. Aku disiksa, remuk badanku ditimpa, malaikat berwajah bengis tak punya rasa, berkali kali menyuguhkan sengsara. Panas aku dilecut, tak ada yang kuraih selain rasa takut. Lalu ..ada tiga orang menolongku…..
Raja : Tiga orang? Aneh … siapa mereka?
Mayat : (tanpa berkata menunjuk pada dua orang utusan)
Raja : Tiga orang, siapa satu orang lagi?
Mayat : (tanpa berkata kata menunjuk syam’un, lalu tergeletak kembali seperti semula)
Raja : Syam’un ternyata kau bagian dari skenario ini. Kalau begitu tidak ada yang pantas kalian terima kecuali hukuman yang seberat-beratnya.
Syam’un: Wahai raja, masihkah tuan menutup hati untuk semua yang telah terbukti. Kami hanya utusan, tugas kami adalah menyampaikan.
Raja : pengawal!!! Bawa tiga orang ini siksa mereka, ikat di tempat terbuka, biar semua melihat betapa sengsaranya orang yang mencoba mengakali raja.
Pengawal: baik tuan (membawa tiga orang utusan dan keluar panggung, kemudian diikuti raja dan yang lain)
Stage 6
(di ladang yang gagal panen seorang petani berdiri kacau)
petani 1: Walaah payah! Sawah kering, sungai kering, kolam kering, tanaman mati semua. Wahai tuhan tuhan terhormat, kenapa kau payah, kau kere bagaimana kami bisa makmur kalau tuhan tuhan terhormat kere. Hah??>???
Petani2: (datang menyusul ) Ada apa kawan? Kau kelihatan stress kacaaaau.
Petani1: Lihat yang di depan kita ini, apa yang bisa kita harapkan dari sawah kering seperti ini. Yang punya hujan itu pelit minta ampun, kita dibiarkan kekeringan.
Petani2: Kamu tahu segalanya terjadi seperti ini sejak kedatangan tiga orang itu. Mereka mengusik tuhan tuhan kita sehingga mereka marah. Dan akhirnya inilah akibatnya.
Petani1: Kalau begitu kita habisi saja mereka biar tuhan tuhan kita senang dan bencana ini segera hilang.
Petani 2: Saya setuju kawan, segera kita kumpulkan orang orang , kita habisi orang orang yang ngak jelas itu.
(Keduanya turun panggung)

Stage7
(tiga utusan dengan payah tangan masih terikat masuk panggung jatuh tersungkur disusul orang orang yang menyiksa dengan cambuk, dengan kayu, dengan guyuran air, dengan lemparan batu dan dengan sumpah serapah. Datanglah hubaib yang menghentikan penyiksaan itu)

Hubaib : Hentikan kebiaadaban ini. Kalian manusiakah atau binatang?
Penduduk1: Diam kamu hubaib, Mereka pantas menerimanya karena telah membikin kita semua sengsara. Kedatangan mereka ke negeri kita hanya membuat tuhan tuhan kita marah dan kemudian menghentikan hujan untuk kita, benar kawan kawan?
Orang2 : benar…..
Hubaib : Bodohnya kalian. Mengapa kalian tidak berpikir sebaliknya, Kalianlah yang telah tega berbuat aniaya. Mencuri milik tetangga , membunuh sesama, berjudi dan foya foya, dan kalian menyembah batu yang tak bisa mendengar dan berbicara.
Penduduk2: Hubaib kau ada di pihak mana? Mengapa kau bela mereka?
Hubaib : Aku tidak membela mereka. Tapi aku melihat kebenaran ada pada mereka. Ikutilah mereka, mereka adalah utusan yang tidak meminta upah. Mereka hanya mau kita terselamatkan.
Penduduk3: kalau begitu ikutlah bersama mereka (menampar hubaib dengan keras)
Hubaib : Apa salah saya kalau aku harus ikut beserta mereka. Apakah aku yang mengerti ini harus ikut kalian yang bodoh dan tuli?
Penduduk1: Sadar hubaib kau telah terbujuk mereka dan berani menghina kami.
Hubaib : Wahai para utusan saksikanlah dan dengarkanlah bahwa aku beriman kepada Tuhan kalian.
Peduduk: Bunuh hubaib, bunuh hubaib, bunuh bunuh ( orang orang mengelilingi tiga utusan dan hubaib kemudian membuka kembali dan telah tergeletak empat orang itu dalam, diam tenang dan damai. Sementara orang orang kemudian merasakan sakit ditelinga karena ada suara lengkingan yang amat dahsyat sebagai azab dari Allah. Semua tergeletak mati dan Wassalam.

Rabu, 01 April 2009

Ketika Cinta Bertasbih (Sedikit apresiaisi saya tentang novelnya kang abik)

Sedikit apresiaisi saya tentang novelnya kang abik yang sangat terkenal itu. Alhamdulillah ada bacaan yang bermutu dan berkwalitas dunia akherat. Buku yang saya baca adalah ketika cinta bertasbih jilid 2 tanpa saya tahu yang pertama.
Pertama saya mengucapkan penghargaan yang setinggi tinggi untuk sebuah karya yang detil mengungkap isi hati orang orang yang lari menuju Allah lengkap dengan permasalahannya sesuai duniannya dan meskipun belum bisa mewakili dunia itu sepenuhnya.
Namun..... saya suka mengkritik jadi lebih baik saya gunakan kebisaan saya untuk mengkritik saja tanpa saya bisa menghadirkan karya yang sebanding dengan itu.
1. Kairo Sentris
Saya tahu penulis punya rasa cinta yang berlebihan sehingga bertebaran nuansa kairo dalam buku yang semestinya bercerita tentang Indonesia. Dan agak menghegemoni pembaca untuk menghargai al azhar sebagai tolok ukur kualitas seseorang.
2. Akademik sentris
Selalu mengukur kualitas seseorang, pantas tidak pantas mengukur seseorang dengan gelar, S1, S2, S3
3. Nalar cerita
ada bebarapa alur yang mustahil dan tidak bisa diterima begitu saja contoh:

a. Anna si tokoh perempuan anak pak kyai mengaku tidak kenal dan tidak tahu keberadaan lelaki yang dicintainya pada kesan pertama yaitu Abdullah, tetapi ketika bertemu di indonesia dengan orang yang sama si anna ini kenal dengan irrul, dan bahkan langsung mengenali irul sebagai abdulloh. kenapa tidak mengenali si penjual tempe itu sebagai abdullah di kairo padahal intens ketemu tidak hanya sekali.
b. Si furqon bukan dari pesantren kalo disuruh ngajar di kampus mungkin bisa, tapi kalo diserahi ngajar jalalain di pesantren bagaimana caranya? ini pesantren salaf kan? ada utawi iku ala pesantren. ada yang tidak jelas di sini profil pesantren pak kyai lutfi, salaf atau modern?
c. perjuangan bakso cinta kok kurang mengena di realita, adakah sepesat itu dengan model marketing yang tidak terlalu difahami oleh penulis.
d. keluarga Azam atau Irul itu sebetulnya sudah di atas menengah sehingga gambaran tentang rumah papan itu kok ngada ngada, dua anak sudah ngajar, Azam di kairo juga mbantu kerja, masak bu Nafis repot repot njahit, batuk batuk lagi kok payah temen, dan ketika Azam kecelakaan masak hanya segitu (400 ribu) keuangan si dosen di tambah adhiknya Lia yang seorang guru, sehingga haeus ngutang ke Anna. satu cerita di depan rapuh akan logika akan meruntuhkan nalar cerita di depannya.
e. Azam kok tega sekali tidak ingin ketemu si bungsu Sarah padahal sudah berbulan bulan pulang ke tanah air, menjenguk Sarah pertama kali justru pas sekeluarga mau meminang Vivi gadis di kudus karena berada di kota yang sama tenpat Sarah ngaji. Kalau peran sarah memang tidak menarik maka hilangkan saja tokoh ini, karena bagaimanapun tokoh ini adalah adhik dari pemeran utama, kalau mau di sebut ya harus punya cerita jangan wujuduhu ka adamihi.
f. meskipun novel ini Islami, novel ini tidak dianjurkan untuk dibaca anak anak karena ada cerita di balik kamar pengantin yang harus dijauhkan dari jangkauan anak

meskipun demikian saya menikmati membacanya, buktinya habis saya baca.

Selasa, 17 Maret 2009

Ahli Sihir (Saachiir)

Keberadaan ilmu sihir telah menjadi keniscayaan di tengah tengah umat, bahkan di jaman nabi Musa ilmu sihir adalah ilmu elit yang sangat dihargai di masyarakat sehingga mendapat tempat tersendiri di lingkungan kekuasaan. Sebagaimana IPTEK jaman sekarang ilmu sihir menjadi status sosial tersendiri pada waktu itu.
Sampai di jaman nabi ilmu sihir masih ada dan sempat masuk dalam riwayat sebuah hadis bukhori yang menceritakan bahwa nabi pun tak lepas dari sifat usil dan jahat para ahli sihir yang mengirim sihir kepada beliau yang ditanam di sebuah sumur samapai sampai sumur itu berwarna kemerah merahan.
Di jaman a'immatul madzaahib pun masih terjadi sihir menyihir sehingga imam syafi'i dan Hanafi sama sama menanggapi sihir dengan fatwa mereka masing masing.
Imam syafi'i bertpendapat bahwa wajib hukum qishos bagi sahcir yang terbukti menyebabkan kematian seseorang. Sedangkan Imam Hanafi secara tegas menyatakan wajib hukum bunuh bagi tukang sihir secara mutlaq, baik ilmu sihir itu digunakan atau tidak digunakan. Karena beliau berpendapat bahwa tukang sihir tidak mungkin tidak pasti melakukan sihir. Adalah suatu kemustahilan bahwa seorang tukang sihir vtidak menggunakan sihirnya, karena akibat dari tidak digunakan suhirnya akan mencelakakan dirinya sendiri.
Pendapat imam Hanafi ini dihubungkan dengan sebuah riwayat seorang tukang sihir perempuan yang datang kepada A'isyah meminta taubat. Aisyah bertanya perihal sihir apa yang ia punyai.
Perempuan ahli shir itu bercerita bahwa suatu hari dia pergi kesebuah tempat dimana malaikat harut marut berada. Dia meminta diajarkan sihir dari beliau tapi malaikat itu menasehati supaya bertaqwa kepada Allah jangan menukar hidup dunia dengan adzab akherat
Tetapi perempuan itu tetap tidak menggagalkan niatnya untuk belajar ilmu sihir. Harut Marut hanyalah utusan Allah penjaga STAN yang tidak bertugas untuk memberi hidayah atau menyesatkan orang. Mereka diperintah Allah untuk melayani manusia dalam menguji nafsu mereka. Maka disyaratkan kepada perempuan itu untuk kencing di atas sebuah tempat berpasir tak jauh dari sana. Perempuan itupun lalu bergegas menuju tempat yang dimaksud tapi hanya berpura pura bahwa dia telah melakukan apa yang disyaratkan padahal tidak.
Kembalilah ia pada malaikat dan malaikat bertanya apa yang kau lihat. Perempuan itu menjawab “aku tidaklah melihat apa apa”. Maka kedua kalinya malaikat menasihati perempuan itu “ bertakwalah pada ALLAH jangan kau teruskan niatmu.” Perempuan itu tidak mau menghentikan niatnya dan tetap berkeinginan untuk mendapatkan apa yang dicarinya. Maka kedua kali pula malaikat menyuruhnya untuk melakukan kencing yang tadi. Perempuan itu menuruti untuk yang kali terakhir. Dia melihat seorang penunggang kuda dengan berkerudung besi keluar dari farjinya dan lari cepat menuju ke langit. Samapai ke tempat malaikat perempuan tadi menceritakan apa yang dilihatnya. “ itulah imanmu yang sudah lari terbirit birit, dan sekarang kau tanpa iman dan telah menjadi seorang ahli sihir” kata malaikat. “apa tandanya kalau aku bisa sihir?” tanya si perempuan. “Apa yang kau kehendaki dari hatimu akan menjadi wujud” kata malaikat. Seketika dia menghendaki sebuah biji, maka wujud, lalu dia menghendaki biji itu tumbuh menjadi gandum, maka wujud, seketika itu dia menghendaki gandum menjadi tepung, maka wujud, dia menghendaki tepung menjadi roti maka wujudlah roti dengan istidroj Allah.
Setelah selesai bercerita maka Aisyah berkata kepada perempuan itu “ LAISA LAKI MINATTAUBAH”
Pelajaran yang bisa diambil:
1. Jangan percaya pada tukang sihir
2. Tukang sihir juga tidak tahu cara kerja sihirnya sendiri secara detail karena itu semata mata istidroj dari ALLAH
3. Sihir adalah dua hal yang terkumpul yaitu LEPAS IMAN dan FASAD.
4. SIHIR memeng ada dan bisa mematikan maka tawakkal saja mengahadapinya hanya ALLAH yang bisa melindungi kita. Melindungi kita dari bahayanya atau melindungi kita dari sihir itu sendiri
5. TERKENA sihir bukan berarti ibadah kita tidak punya atsar, karena Rosululloh juga pernah kena sihir. Itu bagian dari jual beli kita (tijaroh) dengan ALLAH untuk tebusan akherat.
SIHIR adalah istidroj maka ada kehendak yang dituruti seolah olah dia berkuasa, padahal itu adalah bagian dia diakherat yang disegerakan, dan Allah menyesatkannya kejurang kehinaan meski dengan baju kemulyaan. Mulya karena seolah olah dia bisa menolong orang menghilangkan bahaya.
Karomah cara kerjanya sama dengan sihir tapi Allah tidak menitipkan kehendak di dalamnya kepada seorang ahli karomah, dia muncul seketika tanpa diminta. Maka kemunculannya melalui kran kran rohmat yaitu para auliya” yang tidak pernah memilih.
SIHIR bisa menang melawan wali yang tercegah menggunakan karomah, karomah bisa menang melawan sihir untuk menundukkan. Tidak ada wali sakti, Tidak ada tukang sihir sakti itu hanya mempesona bagi orang orang awam. TERPESONALAH HANYA PADA KEAGUNGAN TUHAN.

Minggu, 01 Maret 2009

Aku Malu mengaku Islam

Islam ya'li wala yu'la alaih!!!!
Tak ada yang mampu menandingi ketinggian islam, dari itu takut adanya aku akan mengotori Islam.
Rosululloh orang terhormat di langit dan bumi, jangan sampai adanya aku kemudian mempermalukan beliau.
Alqur'a bicara apa saja tentang kebenaran, jangan sampai dari mulut ini keluar mengatasnamakan qur'an berbicara seenak sendiri, dari itu aku baca qur'an ku tapi bisik bisik saja agar aman.
Muslmn dari tahun ke tahun berwajah macam macam, dan inna lillah kalo wajahku kemudian jadi representasi islam, jangan sampai!!!
Bersihkan islam dari aku, tapi sucikan aku untuk bisa berislam
jauhkan islam dari aku, tapi dekatkan aku dari islam

Rabu, 14 Januari 2009

Rahasia di Balik Hijrah dan Karbala

Secrets behind hijrah and Karbala

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

SufiLive.com

On the occasion of Muharram 10, Ashura

Allah created heavens, earth, planets, sun, moon and all creation. And created Adam. He created earth but what is the purpose of earth, without inhabitants?

So Allah created Iblees who caused Adam to disobey and go to earth and in doing so he became cursed.

Allah mencipta Sorga, Bumi, dan planet, bulan serta semua ciptaan lainya. Dan Allah mencipta Adam. Apa arti Allah mencipta bumi kalo tak menciptakan penghuninya??
Sehingga Allah menciptakan Ibliis yang menjadikan Adam membangkang dan turun ke bumi dan menjadi mahluk dholim terhadap dirinya sendiri.

In doing so Iblees never disbelieved in the Creator. For the disobedience there was wisdom, to cause Adam to go on earth. It means that things to us might be seen in a way, but this is because we think about it in our minds. But in reality Allah wants it His way; they plan and Allah plans and Allah is the Best Planner.

begitu pula si Iblis tak pernah tunduk pada penciptanya. Dan karena pembangkangan si Iblis ada hikmah yang terjadi yaitu Adam Turun ke Bumi. Artinya kita kadang berpikir kenapa hal begituan kok bisa terjadi, ya karena kita memandang dari akal nafsu kita, padahal Allah yang menghendaki segalanya. wa makaruu makarolloh wallohu khoirul maakiriin. Mereka mau itu, Allah mau ini, dan Allah lah yang memenangkan ini atas itu. (sorry ya terjemahannya jadi nagcooo tapi saya tetap bertanggung pada Allah.)

So Allah did not tell you the future. Allah is not able to tell you the future? Allah gave Sayyidina Muhammad `uloom al-awwaleen wa al-akhireen - knowledge of before and after. That means He gave him knowledge of the unseen, of the future. But the Prophet (s) covered that from us. Because the Prophet (s) is an obedient servant to his Lord. So whatever Allah planned the Prophet (s) followed. But for us, whatever Allah planned we don't follow. So if we know the future we would pan according to the future we are seeing which might cross or be an obstacle in the plans that Allah planned for you because you're going to use your mind to execute the best for your future and if you do that it might not go according to what Allah planned.

Jadi Allah tidaklah memberitahu kamu apa yang akan terjadi, padahal Allah bisa aja memberitahumu kan? Allah memberi Rosullulloh karunia Ilmu yang menjangkau awal dan akhir, uluumul awwaliin wal akhiriin, artinya Allah beri tahu ilmu yang kita tidak tahu (gaib) tentang masa depan, tetapi Oleh beliau ini disimpan. Karena Rosul adalah hamba yang taat pada Tuannya, sehingga dia meskipun dah tahu begini dan begini tetap aja menjalani sesuai yang direncanakan Allah. Nah Kalo kita dikasih tahu ama Tuhan begini dan begini maka kita pasti akan milih milih yang enak sedang yang tidak enak pasti kita akan sekuat akal pikiran kita mengubah yang pas sama kita meskipun itu adalah sebetulnya tidak cocok dengan rencana (baik) Allah

Since we don't know, he hid it, then we follow what Allah wanted and it gets revealed to us as it happens. If we knew we might not follow what Allah wanted.

So Sayyidina Muhammad migrated from Makkah to Madina. The one who knows before and after knowledge. The one who went to qaaba qawsayni aw adna. The one who is hiding himself from Quraysh in the cave.

Karena kita tidak tahu maka Dia menyembunyikannya kita tinggal kemudian mengikuti apa yang Allah kehendaki dan wahyukan kepada kita sebagaimana terjadi. Kalo kita tahu mungkin kita tak akan mengikuti apa yang Allah inginkan.
Jadi Sayyidina Muhammad (Sosok yang tahu awal dan akhir) hijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau adalah orang yang sangat dekat dengan Allah, kaana qooba qouasaini aw adna, yaitu sedekat jarak dua ujung busur panah bahkan lebih dekat lagi. Beliaulah orang yang bersembunyi dari quraiys di dalam goa tsur.

He could not just say Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem and reach to Madina. Did he not say Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem and go on ascension to qaaba qawsayni?

What is Buraq? It is [through power of] Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem. With Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem the Prophet (s) can say to something, "be!" and it will be.

Beliau tidak hanya baca bismillah kemudian sampai di Medinah padahal bisa? bukankah hanya dengan baca bismillah dia sampai pada Tuhan, qooba qousaini aw adna?
Siapa itu buroq? dia adalah kekutan bismillah. dengan ini kanjeng nabi dapat mengatakan kepada sesuatu , jadi maka jadilah..


Prophet (s) doesn't need any promotion that we are trying to promote him and trying to defend.

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

Inna Allah yudafi`u an alladheena aamanoo - Verily Allah will defend (from ill) those who believe: [22:38]

Rosululloh tidak butuh dibela seperti kita mati matian membelanya "sesungguhnya Allahlah yang menyingkirkan bahaya/ penyakit dari orang orang yang beriman.


There is only one believer. If we were believers, we would have gone to Mi'raj also. Because the Prophet (s) will not leave his Ummah behind. How is he going to take us when we are not believers?

Hanya ada satu orang yang percaya!!! kalau kita percaya pastilah kita juga bisa pergi mi'roj karena kanjeng nabi tidak mungkin meninggalkan umatnya. tetapi bagaimana Ia mau membawa kita lha wong kita ini bukan umat yang percaya.

The Prophet (s) is the believer that he knew that in front of him he has to execute the plan that Allah planned. He did not say "Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem" and appear in Madina. No, he said, "I must be in that cave in that moment, in order to show the greatness that Allah swt gave to Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq." Allah wants to teach Sayyidina Abu Bakr (ra) from these unseen knowledges. To do that he must go into seclusion, as the Prophet (s) went into seclusion in the cave.

Rosululloh adalah orang yang percaya bahwa dia tahu sesuatu yang ada di depan dan harus dilewati sesuai rencana Allah. Dia tidak hanya baca bismillah terus langsung cling!!! di Madinah, tidak!!. tapi dia berkata saya mesti di gua itu saat itu, agar supaya memperlihatkan kebesaran Allah yang akan Allah berikan pada Abu Bakr as sidiq. Allah ingin mengajarkan padanya tentang ilmu yang tak diketahui. untuk melakukannya maka haruslah ia pergi ke tempat sunyi sebagaimana Rosul melakukannya di gua itu. (gua hiro pada waktu khalwat menerima wahyu, di gua tsur ketika membaiat abu bakr)

They say the Prophet (s) got the message at forty years of age. No; that is for kindergarten. He got the message even before he was created! He got the message when Adam was between clay and water! He got the message when his light was created. Does not the one from whose light everything is created know why he was created?

Orang orang menyangka kalo Rosul menerima wahyu umur 40 tahun, tidak. itu pengetahuan anak TK. Yang benar Ia menerima wahyu jauh sebelum ia sendiri dicipta (sebagai manusia. Dia menerima wahyu ketika adam masih di antara air dan tanah liat. Dia menerima wahyu ketika Nur dirinya dicipta. Tidakkah orang yang berasal dari nur itu yang segala sesuatu kemudian dicipta, tahu mengapa ia tercipta?

But he (s) has good adab with his Lord. Not like us. If we know something we show ourselves in a crowd. If the Prophet (s) did not show himself - why should we show ourselves? The best people are those who are humble; they don't want to be on the podium. They don't want to be known. They want to be at the door, the door of humbleness, not the door of arrogance. The Prophet (s) was at door of his Lord. That is why Allah swt said to him, "Come!" Come where? To qaaba qawsayni aw adna.

Tetapi beliau mempunyai adab dengan Tuhannya, tak seperti kita. kalo kita tahu sesuatu pastilah kita akan menyiarkannya ke halayak. Tapi kalo rosululloh tidak, kenapa juga kita kok nggak malunya meng ekspos diri kita? Orang yang paling baik adalah orang yang tawadhu', mereka tak ingin dinaikkan di podium. Mereka tak ingin dikenal. Mereka hanya ingin ada di pintu, yaitu pintu ketawadu'an, bukan di pintu kesombongan. Sedang nabi adalah pintu dari Tuhannya. itulah mengapa Allah menyuruhnya " kemari kemari mendekat kepada jarak yang sangat mesra kepada qooba qousain aw adna.

He did not say "how?" If he said, "how," it would mean he had doubt. But Allah said, "Come!" so he accepted. Not like us, we say, "How? Will You send a car?"

So the Prophet (s)… look - he knows the wisdom. We are coming to the story of Karbala, but before we reach that, the Prophet (s) said "I am the city of knowledge and Ali is its door."

Nabi tidak mengatakan bagaimana? kalo ngomong begitu artinya dia ragu. Tetapi Allah memanggil "ayo" beliau langsung menerima dengan tanggap. tidak seperti kita , kita akan mengatakan "bagaimana?" apakah dijemput mobil?"
Jadi Nabi itu melihat, dia tahu apa hikmahnya. Kita akan bicara masalah Karbala, tapi sebelum itu kita ingat kata kata beliau bahwa Aku adalah kota pengetahuan dan Ali adalah pintunya.

And he (s) said in another place, or it is said, "whatever Allah put in my heart I put in the heart of Abu Bakr as-Siddiq." So what was wisdom of migration from Makkah to Madina? Why was not Prophet (s) able to stay in Makkah and do what he did in Makkah? It is very simple but he wants to execute what Allah has planned.

Dan di lain tempat beliau juga mengatakan apapun yang Allah letakkan di hatiku maka aku letakkan di hati Abu bakr as Sidq. sehingga apa hikmah dibalik hijrah? Tidak bisakah Nabi cukup tinggal di Mekkah dan melakukan kegiatanya di Mekkah saja? Sangat sangat sederhana tetapi beliau ingin ,emjalankan apa yang Allah telah rencanakan.


So the day that decision to go to Madina, the Quraysh enemies knew about and wanted to kill the Prophet (s). Can anyone kill the Prophet (s)? No, but they conspired to kill him. And Iblees was whispering conspiracy to the tribes, so that all the leaders of the tribe will come together and hit the Prophet (s) at one time with one hit.
Pada saat ada keputusan untuk hijrah ke Madinah, Musuh musuh Quraeisy mengetahuinya dan menginginkan untuk membunuh Nabi. Dapatkah seseorang membunuh nabi? Tidak, tetapi mereka berkonspirasi untuk membunuh beliau. Dan iblis membisikkan aroma konspirasi keseluruh suku suku sehingga kepala kepala suku akan datang bersama dan membunuh nabi bersama sama dengan satu tikaman.

Who stayed in the bed of Prophet (s)? Sayyidina `Ali (r). Why did he stay in his bed? Was not the Prophet (s) able to recite from Surah Yasin and throw sand on them and they would not see anything and they would pass out? Even could he not stay in bed and throw sand on them and they would not have seen him? But he put Sayyidina `Ali (r) in his bed.
Siapa yang ada di tempat tidur Nabi? sayyidina Ali. Kenapa Ia di sana? tidak kah cukup rosulullah baca surat yasin dan taburkan pasir pada mereka sehingga mereka tidak melihat apa apa dan berlalu dengan aman? Bahkan dia bisa aja masih tetap berada di tempat tidur dan taburkan pasir pasti mereka tidak melihat? tetapi Nabi menempatkan Ali di tempat itu.

Sayyidina Ali didn't say "no." He gave himself to the Prophet (s). He sacrificed himself to the Prophet (s). He sacrificed him to the Ummah. He gave up. He said, "Let me die for you Ya sayyidee, Ya Rasulullah, you go."

Sayyidina Ali tidak mengatakan "tidak". dia berikan dirinya kepada nabi. dia korbankan dirinya untuk nabi. dia korbankan dirinya untuk ummah. dia serahkan semua. dia berkata "biarkan aku mati untuk anda hai tuanku, ya rosulullah, silahkan anda berangkat"

At that moment Sayyidina `Ali (r) did not yet get the reality. The Prophet (s) tested him: is he going to give his life for me or not. If so then one meaning; if not then another meaning. And `Ali (r) said, "fidaak abee bika wa ummee, I sacrifice my father and mother for you, my beloved Prophet." He stayed in that bed that was still warm when the Prophet (s) went for Isra and Mi'raj [and returned]. In that short time in which Allah shortened the time and the distance and brought him to His Presence and then sent him back.

When a king has a kingdom who can sit on the chair of the king? Only the king. It might be sometimes even not the queen can do that. When the king is alive, who sits on the throne? And sometimes if he has a child, the son of the king and he sits there, they don't say anything. When the king goes away, who sits on the chair? It is the son. What does that mean? It means "You will inherit the kingdom and you become a king." It means that when Sayyidina `Ali (r) karam-Allahu wajha, gave his life to Sayyidina Muhammad, Sayyidina Muhammad has put him in that bed which was the City of Knowledge. That is why he said, "I am the City of Knowledge and Ali is its door."

That bed was belonged to the City of Knowledge in which Allah put the knowledge of awwaleen and akhireen. Otherwise Prophet (s) would go to Madina without putting Sayyidina `Ali (r) in that bed. He wanted to inherit him that knowledge, that knowledge that Sayyidina `Ali (r) brought that is flowing until today and people are taking wisdom from it. He dressed him from that knowledge that is one of the importances of hijrah.

It is not the importance of hijrah to go in the desert but to seek a daleel, a guide. Why does he need a daleel? That is teaching to us, we need a guide a teacher. And that is teaching to us, you need a guide, a teacher, a master, a shaykh to reach the Prophet (s). You cannot reach with your barefoot going in desert your feet will burn.

You need someone to guide you. This life is worse than desert. So how you can travel all this distance without a guide, without a master, without a shaykh?

So then he dressed Sayyidina `Ali (r) with all these secrets in the bed, now he wants to dress Sayyidina Abu Bakr (ra). He took him and went. The one who threw the sand and read:

وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لاَ يُبْصِرُونَ

wa ja`alana min bayni aydeehim saddan wa min khalfihim saddan fa-agshaynaahum fa hum laa yubsiroon, - And We have put a bar in front of them and a bar behind them, and further, We have covered them up; so that they cannot see. Ya-Sin [36:9]

Was he not able to throw it in the face of the enemy when they came after him? Allah said, "Go to the cave, O believers, O human beings, and Allah will spread his mercy on you."

Go to the cave means go back to your spirituality, go back to your heart. Go back to the cave of the Ummah. The cave hides the needy ones, the cave is Sayyidina Muhammad, he is the cave of the Ummah. فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ Fa'u ila al-kahf. Take ye hence to the Cave." [18:16] He wants to show Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq the real cave. He wants to spread his mercy. He gave Sayyidina Ali, now he wants to give to Sayyidina Abu Bakr.

He went to the cave. Allah could not make the enemy not to see? But no the plan is not like that. The plan has to be as Allah planned by Allah swt. That is why don't plan for yourself anything, leave everything to Allah. When you leave everything to Allah everything will come good to you. When you leave things to your Creator, all will come good.

They are demonstrating for cartoon, cartoon, cartoon. We are trying to get rid of hate. Why is it the first [such] cartoon? No. Before they were even trying to kill the Prophet (s).

Why don't you make demonstrations against Iblees? Who is worse? Why you don't make demonstrations against your ego, your bad desires, that trick you every moment, creating in you wild cartoons worse than what they are creating?

[The Prophet (s) taught,] "Whoever loves me will follow me?" How many of us are doing the Sunnah of the Prophet (s)? What we do is worse than cartoons. We are showing our hatred by not following the Sunnah. They say "for what, Sunnah?" They are worse than those who made some cartoons which itself is not something new, but happened four months ago.

Anyway to leave that, Allah had a put a plan. We are tariqah people we are trying to follow the way of Prophet (s). We cannot say "yes, we followed", but we are trying.

So what did the Prophet (s) do in Ghaari Thawr? The Prophet (s) entered and Sayyidina Abu Bakr Siddiq (ra) put his leg for Prophet (s) to put his head to rest. As Prophet (s) was resting a snake was coming from the hole. So Sayyidina Abu Bakr Siddiq (ra) was seeing it and saying the snake is hungry, "Let the snake eat me and then Prophet (s) will be safe."

If people don't give up themselves they aren't going to get heavenly knowledge. If we are not going to give up backbiting and bad character we will not achieve.

That is why they say this pir and this pir but no one is like that.

So Sayyidina Abu Bakr (ra) put his leg in the hole through where that snake was coming. And the snake began to eat from the leg of Sayyidina Abu Bakr (ra). When snake eats it is not like other animals it is not biting like a lion - it takes everything inside and crushes everything; crushing bones and crushing the meat and Sayyidina Abu Bakr (r) did not feel anything of that, out of his love for the Prophet (s). He is thinking "when that snake finishes eating me, it will eat my Prophet (s)."

At that time a tear came from his eye and dropped on the blessed face of the Prophet (s). The Prophet (s) woke up and said, "O Abu Bakr do not worry, Allah is with us."

Sayyidina Abu Bakr (ra) said, "O Prophet of Allah (s), I know that Allah is with us but a snake is eating my leg and when it finishes I am worried it will come and eat you."

So Sayyidina Muhammad (s) looked and the snake backed up. Then Prophet (s) took his saliva and put it on Abu Bakr as-Siddiq's leg and it was miraculously restored to what it was before.

Then Prophet (s) said to snake, "Don't you know that Allah has forbidden snakes to eat the flesh of prophets and siddiqs, [veracious ones]?

The snake said, "O Prophet (s), I was alive since thousands of years and since that time, I heard of your name I was yearning to see you. And for that you came here and as-Siddiq's leg was blocking me to see you."

The Prophet (s) said, "Ok, come out." And that snake looked at the Prophet (s) and then said shahada and then died.

So look at the wisdom, in that event. That snake wanted to see the Prophet (s). And Sayyidina Abu Bakr (ra) was to be tested and Sayyidina Abu Bakr (ra) gave himself to Prophet (s) as Sayyidina `Ali (r) gave his life to Sayyidina Muhammad (s).

So Prophet (s) then dressed Sayyidina Abu Bakr (ra) with `uloom al-awwaleen wal-akhireen – knowledge of the firsts and the lasts. So that is why we see that 41 tariqats taking from that knowledge of the Prophet (s) and that is why we seem them, 40 coming from Sayyidina `Ali (r) and one coming from Sayyidina Abu Bakr.

So that is the need to give oneself in Islam.

Sayyidina al-Husayn (ra) was told "why are you going to Baghdad, they will conspire and kill you?" But he didn't want to break my promise. He said, "I am sacrificing myself for benefit of Ummah." Because the Prophet Muhammad (s) said that "Al-Hasan and al-Husayn, he said that they are the leaders of the youths of Paradise."

If he did not go there and stayed in Makkah, he will not have that problem. He inherited from Prophet (s) that knowledge. He knows he has to go there and be killed for the sake of the Ummah.

So what did Sayyidina Husayn do before he died? Awliya confirmed, that Sayyidina Husayn said, "Ya Rabbee, if they kill me for sake of the whole Ummah to enter Paradise, I accept to be shaheed. If I take them all to Paradise as shaheed. I will accept that killing from these people."

Although who "these people" refers to we cannot say anything about them. That is why `ulama al-Ummah, the [traditional] scholars say "don't bring this issue up." Because most of them are Sahaaba. You cannot speak about Sahaaba in such a way. We cannot say anything.

That is why when I am asked to speak on these issues, I don't like to speak on it. That issue is a red line; don't cross it. You side with this one or you side with that one, but you don't know where the fire will come on you from. These are Sahaaba, so you speak only about the mercy of these people... you just say that Sayyidina al-Husayn (ra) gave himself for the benefit of the Ummah.

So if we keep love of Ahl al-Bayt, as Prophet (s) said,

تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا كتاب الله وسنتي

"taraktu feekum kitabullah was sunnatee - I left behind me the Holy Qur'an and the Sunnah." [al-Bayhaq? in al-Sunan al-kubr?, al-Hakim and Malik in his Muwatta] And the Prophet (s) said,

قال رسول الله ‏صلى الله عليه وسلم ‏إني قد تركت فيكم ما إن أخذتم به لن تضلوا بعدي ‏الثقلين ‏أحدهما أكبر من الآخر كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض ‏وعترتي ‏أهل بيتي ألا وإنهما لن يفترقا حتى يردا علي الحوض

"I am leaving among you that which if you hold to it, you shall never go astray, one of them greater than the other: Allah's Book - a rope extended down from the heaven to the earth - and my mantle (`itra), the People of my House... [al-Tirmidhi (hasan ghareeb) and al-Hakim]

Therefore keep love of the Prophet (s) in your heart, love of the Sunnah in your heart, love of the Holy Qur'an in your heart, love of the Prophet's Companions in your heart, love of Ahl al-Bayt in your heart - that is what is needed. Otherwise we may have question mark [behind our words and deeds].

Allah give us long life to see Mahdi (as), that Prophet (s) said is coming at end of world. Christians are waiting for Jesus, Sayyidina `Isa, and Jews waiting for the Messiah and Muslims are waiting for Sayyidina `Isa and Sayyidina Mahdi (as). Prepare yourself, not by concern about how people are thinking but by being good in the community and extending a hand to everyone.

Orang Baik Atau Orang Aneh?

Aku hidup di dunia pendidikan, aku temui bermacam-macam wajah pendidikan kita, semoga itu tidak mewakili Indonesia. Aku ingin benar ketika aku melangkah, siapa yang mendukungku? Lingkungan pendidikan seharusnya aku menemukan sikap sikap baik, gambaran manusia beradab, atau kalaupun aku menemukan penyakit maka itu harusnya ada di mereka yang harus dididik dan disembuhkan.In contrast...
I find many teachers not educating their students but giving the wrong way to go, what is it? Bukanya kita mendekatkan diri pada Allah justru menjauhkanNya dari kita. Kita kembangkan budaya ghoflah untuk menjadi tarian keseharian. Kita ganti musik kita dengan dentuman drum yang menggoyangkan seluruh tubuh kita, dan ikhtilat bainal mar'ah and boys become very common, very very common, and it is led by a teacher supported by the headmaster, crazy ....? moreover it happens in my school, my islamic school.
I also find them (some teachers) earning money by having business in school. I know he/she is rich enough to eat but ... why they ask their students to buy the book with certain profit.
Aku ini orang baik atau jahat atau sekedar aneh?
Kalo aku terus terang tak ingin menjual statusku sebagai guru untuk sekedar beli sertifikat guna keperluan sertifikasi padahal di sini it is very very common.
Kalopun aku jahat, ya itulah aku, kalo aku baik masak sih aku tak bisa cari pendukung kecuali satu dua atau tiga orang yang seperti aku, atau kalo aku aneh ya terimalah ini adalah aneh, very very strange.

Atau Islam itu ketinggalan jaman, sehingga budayanya pun jadi ndeso, katrok, kalo kita ingin tertib berhaluan syari'ah, stop tarian erotis, stop musik ghoflah, stop buang buang uang untuk ngajari hedonis. dan kita ganti dengan syi'arkan dzikir sholawat, kembangkan budaya antri wudhu dan antri sholat karena saking banyaknya orang sholat. dan kembangkan ta'lim untuk menghidupkan din yang hampir ora payu. nelongso ....

saya ini di pihak bener atau pihak yang cari masalah, atau sok menjadi orang santri???/ jawabannya mbuuuuuuh ra weruuuuuh